Nama Produk Salah Satu Strategi Pemasaran

Blog
Spread the love

Memulai suatu usaha ternyata bukanlah hal yang sederhana. Banyak yang harus dipersiapkan, mulai dari modal, konsepan, sampai tempat atau lokasi dimana produk tersebut akan dipasarkan. Dan yang tak kalah penting yakni, bagaimana strategi atau cara agar produk yang kita buat dapat bertahan dan bersaing dengan produk serupa yang ada di pasaran. Persaingan dipasar memang semakin hari semakin memanas, banyak produk yang sebenarnya sama namun dikemas dengan sentuhan yang berbeda membuat akhirnya produk-produk serupa yang tidak memiliki keunikan menjadi sulit untuk bersaing. Disinilah kecerdasan dari pengusaha di ujian, tentang bagaimana cara membuat produk sederhana memiliki nilai jual yang tinggi.

Hal Penting Saat Memulai Usaha

Ketika hendak memulai sebuah usaha tentu kita akan bertanya-tanya sebenarnya hal penting apa yang harus dipersiapkan ketika hendak memulai sebuah usaha. Selain yang sudah dijelaskan diatas, hal yang penting yaitu memilih nama atau brand dari produk yang akan kita produksi. Brand menjadi salah satu bagian terpenting dari sebuah produk. Tanpa adanya nama, mustahil konsumen akan mengingat produk yang kita tawarkan.

Brand memiliki kekuatan tersendiri untuk jalannya sebuah usaha. Brand yang kuat akan memberikan pengaruh sangat positif, namun sebaliknya apabila salah memberi nama untuk produk yang kita produksi maka akan berdampak negatif terhadap produk yang kita jajakan. Membuat nama untuk sebuah produk bukanlah perihal yang mudah, membutuhkan waktu dan pemikiran khusus untuk memberikan nama atau brand dari suatu produk. Pemilihan nama untuk sebuah produk akan berpengaruh terhadap kesuksesan dari bisnis yang sedang dirintis.  Brand juga berfungsi sebagai alat yang dapat membantu konsumen dalam mengenali produk yang kita buat. Tanpa adanya brand atau merek maka konsumen akan kesulitan saat hendak membeli produk yang kita buat.

Tips Memilih Nama Brand

Sebagaimana sedikit diulik diatas, bahwa brand memiliki pengaruh yang cukup besar dalam jalannya sebuah usaha. Maka dari itu, dalam memilih nama untuk dijadikan sebuah brand produk tidak boleh sembarangan, salah memilih nama akan berakibat fatal terhadap bisnis yang sedang dirintis. Berikut adalah cara memilih nama untuk dijadikan sebagai brand dari produk.

  • Nama yang dipilih berbeda dengan yang lain

Memilih sebuah nama untuk brand produk diusahakan berbeda dengan produk lain yang sudah ada di pasaran. Hal ini maksudkan agar konsumen tidak bingung dalam mengenali produk yang kita jajakan. Karena tujuan dibuatkan sebuah nama untuk sebuah produk adalah untuk membuat konsumen mengenali dan mengingat produk yang kita jual.

  • Unik dan mudah diingat

Brand dengan menggunakan kata yang unik cenderung lebih mudah diingat dibandingkan dengan produk yang memiliki nama biasa-biasa saja. Pada dasarnya otak manusia memang lebih mudah dalam mengingat hal-hal yang unik, sehingga sangat disarankan untuk memilih nama dengan kata sebagai nama untuk sebuah produk.

Namun yang tidak kalah penting untuk diperhatikan selain unik yaitu mudah diingat. Nama yang unik namun sulit untuk dilafalkan apalagi diingat juga percuma, karena akan berujung pada kebingungan bagi konsumen ketika hendak membeli produk tersebut. Sehingga alangkah baiknya memberikan nama pada produk dengan akronim yang unik namun mudah untuk diingat.

  • Memiliki arti positif

Tips yang berikutnya yaitu nama yang diberikan memiliki arti positif. Bukan hanya manusia, produk yang dijual juga baiknya memiliki arti nama yang positif. Maksud dari arti nama positif ini yaitu untuk menghindari dari kritik-kritik sosial yang dapat mengganggu kelancaran berwirausaha. Terlebih jika produk tersebut akan dipasarkan ke Indonesia yang memang masih menjunjung tinggi adat istiadat serta normal-norma kesopanan, sangat diharuskan untuk memilih nama yang mengandung arti positif dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku.

Nama dari sebuah produk juga dapat mempengaruhi perizinan produk sebelum dipasarkan. Badan terkait yang mengeluarkan izin akan mempertimbangkan nama atau merek dari produk tersebut sebelum produk tersebut dipasarkan. Sehingga alangkah baiknya jika perlu mengkaji terlebih dahulu nama untuk sebuah produk sebelum produk tersebut diluncurkan ke pasaran.

  • Mewakili produk

Nama dari produk tersebut haruslah mewakili produk tersebut. Sebagai contoh untuk produk yang berbahan dasar kentang, biasanya produsen akan menyematkan kata potato yang memiliki arti kentang. Hal ini dimaksudkan agar konsumen sudah mengetahui komposisi utama dari produk tersebut sebelum membelinya. Sehingga nama juga dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam strategi pemasaran dari suatu produk.

  • Memiliki Daya Tarik

Nama untuk sebuah produk sangat dianjurkan memiliki daya tarik. Daya tarik yang dimaksud dapat berasal dari pemilihan katanya, penempatan layoutnya, maupun typografinya. Nama yang mampu mengundang daya tarik akan menjadi nilai lebih untuk sebuah produk. Biasanya nama-nama yang memiliki daya tarik akan membuat konsumen penasaran, sehingga akhirnya membeli produk tersebut.

Sama halnya manusia, produk yang hendak di pasarkan haruslah memiliki sebuah nama. Sudah banyak brand besar yang terkena dan menorehkan kesuksesan karena nama yang dicantumkan untuk dijadikan merek memiliki daya pemikat tersendiri. Hal inilah yang penting untuk menjadi perhatian dari pengusaha. Karena nama untuk sebuah produk juga merupakan sebuah strategi pemasaran tersendiri. Dan setiap perusahaan pasti memiliki strateginya masing-masing yang mungkin saja berbeda dengan perusahaan lain. Memikirkan nama untuk sebuah produk juga harus dilakukan dengan serius, sehingga nantinya tidak salah dalam memilih kata untuk dijadikan sebuah brand produk yang akan dipasarkan.